Pelatihan dan Pengembangan SDM, Cara Meningkatkan Penjualan, Cara Meningkatkan Omset Penjualan, Pelatihan SDM, Konsultan SDM, Pelatihan Karyawan, Pengembangan Karyawan, Cara Menaikan Omset Penjualan, Konsultan Marketing, Konsultan Pemasaran, Cara Meningkatkan Omset, Seminar Nasional,

Hubungi Jagoan Closing Indonesia

JAGOAN CLOSING INDONESIA adalah...

Sebuah cara untuk 

  • (1) mencapai tujuan hidup 
  • (2) mencapai penghasilan impian 
  • (3) hidup tenang dan bahagia, dengan membereskan 'kegagalan berpola' yang terjadi dalam diri maupun tim perusahaan Anda. 

Hubungi WA 081311998489. Sudah terbukti selama 15 tahun dipraktekkan

Jika ini masalahnya :

  • (1) Sudah ikut berbagai seminar, pelatihan sukses, kursus, pendampingan; namun hasilnya gitu-gitu saja?
  • (2) Sudah coba berbagai strategi sukses namun selalu menemui hambatan atau kegagalan yang sama?
  • (3) Sudah banyak baca buku dan praktekkan video-video sukses namun serasa tidak beranjak kemana-mana?
  • (4) Banyak keluarga, teman, dan relasi namun hati tetap merasa hampa?
  • (5) Banyak melakukan kebaikan, membantu sesama, dan ikut organisasi sosial namun rasa damai belumlah tercapai?
Jika itu masalahnya, segera hubungi kami di WA 081311998489

Tampilkan postingan dengan label Kisah Bangkit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Bangkit. Tampilkan semua postingan
no image

Usaha Bangkrut dan Hutang Menumpuk? Cara Agar Sukses Kembali

Usaha Bangkrut dan Hutang Menumpuk? Cara Agar Sukses Kembali

Kehidupan Anda tak serta merta usai ketika usaha bangkrut dan banyak hutang. Anda tetap memiliki peluang agar bisa bangkit dari keterpurukan keuangan itu. Kandas ketika berbisnis atau keluar dari lilitan hutang dapat terjadi pada siapa saja. Artikel ini akan memberikan motivasi bangkit dan kisah inspiratif bagi Anda.

Ambil contoh kisah nyata pengusaha bangkrut yaitu Kevin Aprilio. Dia adalah seorang pemusik namun bisa bangkrut sampai punya hutang hingga Rp 17 Miliar. Anda pun bisa mengalaminya. Apa yang harus dilakukan jika usaha bangkrut dan hutang menumpuk?

Kembali ke kisah nyata pengusaha bangkrut dan sukses kembali. Kevin Aprilio, putra pertama pasangan Adhi MS dan Memes tersebut pun mesti melego beberapa hartanya. Kevin harus menjual Ferrari serta rumah dari membayar hutang menggunung itu. Kevin pun mengaku jika ia telah menuntaskan semua hutang yang membelitnya itu.

Bangkrut merupakan musibah yang hanya temporer saja. Tiap orang bisa keluar dari situasi tak nyaman itu. Tiap orang yang mengalami bangkrut bisa memiliki kembali kehidupan normal dengan syarat memiliki niat yang kuat.

Jika Anda tengah mengalami musibah karena usaha bangkrut dan hutang menumpuk, tidak usah bersedih hati berkepanjangan sampai putus asa. Ada banyak strategi yang bisa diterapkan sehingga bisa bangun dari keterpurukan dan akhirnya meraih kesuksesan.

Berikut cara bangkit dari usaha bangkrut dan hutang menumpuk:

1. Terima Fakta yang Sedang Dialami

Mereka yang mampu menerima suatu kegagalan yaitu mereka yang akan sukses. Pebisnis yang sukses yaitu orang yang tak lari dari realita.

Di dunia tak ada hal yang selalu berlangsung lancar, tak terkecuali bisnis yang sedang Anda tekuni. Kendati nampak abu-abu, namun Anda mesti tegar untuk menerima kenyataan kegagalan yang diderita.

Jika tak dapat menerima dengan lapang hati tentu tak mungkin Anda dapat bangkit lagi. Oleh karena itu Anda mesti bersedia menerima kenyataan.

Menerima kenyataan tak serta-merta bersikap menyerah dan putus asa. Menerima berarti dengan sadar mengakui jika usaha memang gagal. Sesudah menyadari kegagalan itu, Anda dapat mulai menemukan solusi dalam mengatasi masalah itu.

2. Berpandangan Positif

Anda wajib melakukan reset serta mengelola pola pikir. Boleh jadi kegagalan yang pernah dialami mengakibatkan otak dijejali berbagai hal negatif.

Menjadi pengusaha yang bakal sukses, Anda mesti terus melangkah maju dengan selalu berfikir positif. Kendati hal tersebut tak berdampak seketika, namun orang yang terus saja berpandangan negatif pasti mengakibatkan dampak tak baik dimana secara perlahan akan berpengaruh pada jalan kesuksesan.

Tetap berfikir positif dengan apa yang baru saja dialami. Berkat berpola fikir positif, Anda akan memberikan motivasi kepada diri sendiri untuk mulai bangkit. Baca banyak kisah sukses inspiratif tentang orang yang bangkit dari keterpurukan agar Anda tetap bersemangat.

3. Kuatkan Niat dan Semangat

Faktor pertama yang mesti dilakukan yaitu menguatkan niat dan semangat dalam upaya bangun dari situasi keterpurukan. Anda bakal kesulitan untuk memulai kehidupan normal ketika tak memiliki niat dan tekad.

Niat merupakan inti penting pertama bagi mereka yang menghendaki kehidupan yang lebih baik. Modal terbaik yang diperlukan dalam bisnis sesungguhnya tidak lah uang.

Uang baru digunakan kira-kira 3.000 tahun silam, sementara bisnis sudah dimulai semenjak manusia diciptakan. Sehingga bisnis sesungguhnya dijalankan mengandalkan modal yang diberikan Sang Pencipta ialah diri kita lahir dan batin.

4. Belajar dari Kegagalan

Pastinya ada hal yang mengakibatkan bisnis Anda gagal dan terlilit hutang. Misalnya, boleh jadi tata kelola keuangan yang keliru, taktik penjualan yang payah, atau tak begitu efektifnya bagian produksi yang menghasilkan biaya tinggi. Jelas ada pemicu dari kegagalan bisnis itu.

Apalagi jika Anda bangkrut pada bisnis pertama, bukan berarti Anda akan gagal di percobaan-percobaan berikutnya. Sangat normal untuk tidak berhasil pada usaha pertama yang dijalani, yang penting adalah untuk belajar dari kegagalan.

Kala Anda telah mengenali faktor penyebab kegagalan usaha, anda mesti cepat mengerti lalu lebih berhati-hati supaya usaha tak gagal untuk yang kedua kalinya.

5. Turunkan Level Standar Hidup

Anda harus mengatur ulang anggaran pengeluaran setiap bulan. Anda harus membuang segala bentuk pengeluaran yang tak utama. Misalnya dengan membuang anggaran spa maupun bujet untuk shopping.

Di samping itu, Anda pun harus meniadakan anggaran untuk berlibur tahunan. Sehingga Anda bisa menekan anggaran pengeluaran setiap bulan secara signifikan.

Lalu hingga kapan Anda mesti hidup hemat? Yaitu hingga kondisi keuangan mulai membaik. Tahap tersebut tak cuma sehari dua hari namun dapat saja sampai satu tahun hingga tiga tahun. Makin Anda tekun menekan pengeluaran maka makin segera hidup Anda kembali seperti semula.

Disamping itu, Anda hendaknya memberitahukan situasi keuangan yang lagi sulit itu kepada seluruh anggota keluarga. Supaya mereka paham dengan keterpurukan keuangan yang sedang dihadapi. Sehingga, mereka bisa turut menghemat pengeluaran setiap bulannya.     

6. Prioritaskan Membayar Hutang 

Tentu Anda harus membayar semua hutang yang dimiliki. Anda bisa menjual harta berharga demi melunasi semuanya. Jika belum dapat melunasinya lantaran jumlah penjualan aset yang tak cukup, Anda dapat meminta keringanan maupun perpanjangan periode pelunasan hutang ke bank pemberi pinjaman.

Cicilan kredit harus dijadikan sebagai prioritas agar terbebas dari hutang menumpuk. Anda harus melunasi semua cicilan usai mendapatkan gaji setiap bulan. Kemudian sisanya bisa dialokasikan dalam mencukupi kebutuhan pokok. 

7. Dapatkan Pemasukan Tambahan

Anda pun harus mendapatkan sumber pemasukan tambahan. Solusinya bisa dengan mencari kerja sampingan. Anda pun dapat menggunakan aset yang dipunyai sebagai sarana menghasilkan tambahan pemasukan.

Anda bisa memanfaatkan kendaraan pribadi untuk digunakan sebagai penyedia angkutan online. Hasilnya bisa dialokasikan demi mencukupi kebutuhan pokok setiap hari. Terutama bagi mereka yang telah menikah dapat meminta bantuan istri dalam membantu menuntaskan problem keuangan yang sedang dialami.

Anda bisa meminta agar istri mencari penghasilan tambahan.

8. Cari Wawasan

Anda bisa belajar pengetahuan dasar yang terkait bisnis yang ditekuni. Di era serba canggih seperti hari ini, anda bisa dengan mudah mencari informasi dari berbagai sumber terutama dari internet.

Cari solusi dari para pebisnis yang sudah banyak makan asam garam, jika Anda tidaklah cuma satu yang mendapatkan kegagalan. Pengalaman merupakan guru terbaik. Anda dapat bertanya tentang pengalaman yang mirip ke para pelaku bisnis lain berikut kiat mengatasi kegagalan itu.

9. Cari Peluang

Anda sudah belajar dari kegagalan sebelumnya, sekarang waktunya menemukan solusi paling efektif. Cari alternatif dan peluang, yang pasti akan didapatkan jika anda sudah belajar dari kesalahan.

Anda tidak ingin hanya bangkit dari usaha bangkrut saja, tetapi malah bisa membangun usaha baru dan sukses kembali. Bangkit dari keterpurukan akan menjadi sesuatu yang bisa Anda banggakan. Bentuk kisah sukses diri sendiri, jangan menyerah pada keadaaan.

10. Ikuti Kemajuan Zaman

Anda tak semestinya cuma fokus di satu masalah. Perhatikan juga lingkungan sekeliling. Anda mesti pintar memperhatikan permintaan pasar lalu lebih cermat ketika memulai bisnis lagi. Tentu saja bangkit lagi itu susah, namun jika Anda luwes dengan mengikuti perkembangan zaman yang ada bukan tak mungkin bisnis yang dibangun akan bertumbuh.

11. Optimalkan Jam Kerja

Begitu Anda mendapatkan peluang, waktunya bekerja tekun. Anda harus mengoptimalkan jam kerja di bisnis Anda itu supaya menghasilkan laba. Anda tak boleh hanya pasrah atau berpangku tangan saja. Mereka yang berhasil dalam bisnis selalu berkemauan kuat dengan fokus ke tujuan dan berusaha lagi.

12. Skala Kecil Dulu

Sesudah mendapatkan solusi dan peluang, tahap berikutnya yaitu memulai bisnis lagi namun kini skalanya kecil dulu. Hal tersebut demi menekan kemungkinan rugi yang mungkin terjadi lagi. Hindari hutang agar Anda tidak terlilit kembali, atau minimal ajukan kredit seperlunya saja.

13. Memperbanyak Mitra

Menjalankan bisnis membutuhkan partner demi mendukung keberhasilan bisnis. Anda harus mengembangkan jaringan agar anda paling tidak bisa memastikan jika mereka bisa membantu di bidang tertentu yang tak anda kuasai.

Sumber : https://investbro.id/usaha-bangkrut-dan-hutang-menumpuk/

no image

Kisah Inspiratif Masa Pandemi, Pengusaha Ini Rela Jual 25 Mobilnya dan Sukses Bangkit dari Keterpurukan

Kisah Inspiratif Masa Pandemi, Pengusaha Ini Rela Jual 25 Mobilnya dan Sukses Bangkit dari Keterpurukan

Beredar kabar yang sempat viral mengenai seorang pemilik toko oleh-oleh asal daerah Bali, Krisna I Gusti Ngurah Anom atau akrab disapa Ajik Krisna.

Ajik Krisna dikabarkan menjual 16 mobil miliknya lantaran mengalami bangkrut saat awal pandemi Covid-19 melanda.

Namun Ajik Krisna menceritakan bahwa ia menjual mobilnya tidak hanya sebanyak 16 namun hingga 25 mobi dijualnya. Bahkan seluruh karyawannya yang berjumlah 2000 pun dirumahkan. 

Baca Juga: Kisah Inspiratif Pelaku Bisnis Online di Masa Pandemi, Manfaatkan Tumbuhan di Jalanan untuk Membuat Bunga Hias

Bermula di awal pandemi bulan Maret 2020 lalu, Krisna mengaku dirinya kaget dan tidak habis pikir, karena untuk diketahui pengusaha asal Bali yang memiliki puluhan outlet toko oleh-oleh Krisna ini menggantungkan pendapatannya dari pariwisata.

Pulai Bali menurutnya, hidup warganya hampir 80 persen dari pariwisata. Saat Nyepi kita merasakan, setelah Nyepi seluruh Bali kan lockdown dan Krisna merasakannya, katanya.

"Semua bisnis tutup, 32 outlet dengan jumlah karyawan 2500, kita rumahkan karyawan 2000 karyawan dirumahkan kita tetep beri bantuan sembako," ungkapnya dikutip Portalbangkabelitung.com dari ringtimesbali.com.

Bulan Mei, ungkapnya cashflow sudah mulai goyang dan ada 3 outlet Krisna yang baru buka di 2019 otomatis kita kan pinjaman bank, kemudian ia mulai berpikir bagaimana caranya kita bangkit.

"Saya harus bangkit, memang betul kita jual lebih dari 16 mobil bulan Mei sudah berat dan memang 16 mobil kita jual tapi mobil yang mana dulu, ada 25 mobil kita jual mobil transport karena kalau mobil transport kita jual harganya gak seberapa 25 mobil gak lebih dari 1,5 miliar," ungkapnya.

Lanjut ia di bulan Juni ia pun terpaksa menjual mobil pribadinya 2, karena ia harus memberikan kebutuhan sembako untuk karyawan yang dirumahkan itu senilai Rp250 ribu per orang kurang lebih ia membutuhkan dana Rp750 juta.

"Mobil di rumah ada beberapa kita jual, Ferrari, Minichopper jadi saat pandemi (red, bangkrut) yang dijual hanya Ferari saja," katanya.

Bertahan dari keterpurukannya, Aji Krisna menuturkan bahwa dirinya harus bangkit di bulan 7, akhirnya ia mulai berkebun menanam kacang.

Proses penanaman kacang itu kan 3 bulan, bulan 9 kita panen dan langsung produksi kacang.

"Krisna bisa keluar dari krisis pandemi, rahasianya kita tidak boleh diam apapun yang kita inovasi di masa pandemi tidak akan berkembang, akhirnya kita berkebun panen kacang dan akhirnya kita produksi kacang di bulan 10," katanya.

Kacang Ajik yang merupakan camilan inilah yang membantunya keluar dari krisis bayangkan satu bulan omzetnya bisa mencapai Rp2 miliar. Selain kacang, ia pun mulai merubah strategi restauran di Bandara ia mulai memproduksi pie Ajik.

"Karena kita selalu berpikir, teori penting tapi praktek juga penting, apa ujian yang dikasih Tuhan kita selalu berdoa dan bawa positif. Pandemi ini susah kita diam di rumah wah saya harus bangkit bagaimana caranya saya bisa memberikan motivasi bagi anak-anak muda," katanya.

Di masa pandemi ini, ujarnya seperti bakery saat pandemi masih dibutuhkan seperti camilan ini. "Akhirnya kita putuskan produksi camilan, pertama kacang ajik, pie susu Ajik ketiga bakpia susu ajik, bakpia ini omzetnya gila satu bulan bisa Rp1 miliar," bebernya.

Ia mengaku ini bukan promosi, tapi ini untuk memberikan pandangan bahwa insting harus jalan. Saat ini omzet sekitar 40 persen sudah mulai pulih dan karyawan yang semula dirumahkan kini sudah bekerja dan masih ada sisa 600 orang yang masih dirumahkan.

"Jangan pernah menyerah terutama anak Milenial sekarang, karena diam di rumah dia bosan. Tapi anak Milenial sekarang kreatif banyak yang bisa dikerjakan, harus cepat gerak karena badai harus berlalu," katanya mengakhiri.

Sebagaimana Artikel ini telah terbit di media Ringtimesbali.com dengan judul "Kisah Inspiratif Pemilik Toko Oleh-oleh Krisna Bertahan di Masa Pandemi" yang tayang pada Rabu 24 Maret 2021.*** (Ringtimesbali/Tri Widiyanti)

Sumber : https://portalbangkabelitung.pikiran-rakyat.com/inspirasi/pr-981670941/kisah-inspiratif-masa-pandemi-pengusaha-ini-rela-jual-25-mobilnya-dan-sukses-bangkit-dari-keterpurukan

no image

Hampir Bangkrut, Ini Kisah Apple Yang Bangkit Hingga Jadi Merek Paling Bernilai Di Dunia

Hampir Bangkrut, Ini Kisah Apple yang Bangkit Hingga Jadi Merek Paling Bernilai di Dunia

Brand Finance Global 500 merilis daftar berbagai merek di dunia yang mengalami pertumbuhan signifikan. Hasilnya, Apple menjadi merek atau brand paling bernilai di dunia.

Saham Apple Inc. tercatat meningkat lebih dari 35% pada 2021. Selain itu, Apple adalah perusahaan pertama di dunia yang mencapai valuasi senilai 3 triliun dolar AS atau lebih dari Rp40.000 triliun.

Mengutip CNBC, Apple termasuk salah satu perusahaan paling transformatif. Sejak era komputer Apple yang pertama rilis pada 1976 hingga iPhone 13 series, perusahaan ini disebut-sebut secara konsisten terus bergerak maju.

Perusahaan ini dulunya memiliki pendiri sekaligus CEO Steve Jobs, yang meninggal dunia pada 2011. Jobs merupakan tokoh bisnis dan inovator ternama asal Amerika Serikat.

Tapi, apa sebenarnya alasan utama Apple meraih kesuksesan besar? Bagaimana strategi bisnis perusahaan itu? Berikut selengkapnya.

Hampir Gulung Tikar

Apple merupakan perusahaan teknologi yang berbasis di Cupertino, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini memproduksi gawai canggih yang populer, termasuk Mac, iPod, iPhone, dan iPads.

Perusahaan tersebut didirikan pada 1976 oleh dua anak muda bernama Steve Jobs dan Steve Wozniak. Semua diawali dari impian Wozniak untuk membangun komputernya sendiri.

Mengutip Encyclopædia Britannica, Wozniak merupakan insinyur magang di Hewlett-Packard Company pada 1976. Namun, perusahaan itu menyatakan tidak tertarik pada desain komputer rancangan Wozniak.

Saat itu, usianya 26 tahun. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengajak teman sekelasnya ketika SMA, Steve Jobs, yang berumur 21 tahun. Mereka pun memindahkan produksi kompyter di garasi milik keluarga Jobs.

Komputer buatan mereka perlu sebuah nama, hingga kemudian “Apple” menjadi merek populer di dunia. Jobs memilih “Apple” karena sebelumnya ia pernah bekerja di perkebunan apel. 

Dia bahkan berkeyakinan bahwa apel merupakan buah yang sempurna, bernutrisi tinggi, dan tidak mudah rusak. Keduanya sepakat untuk menamakan perusahaan mereka dengan nama “Apple”.

Apple Computer resmi berdiri pada 1 April 1976. Untuk memproduksi komputer impian mereka, Jobs bahkan rela menjual minibus Volkswagen miliknya dan Wozniak menjual programmable calculator-nya.

Awalnya, mereka memproduksi Apple computer atau Apple I, yang merupakan sebuah motherboard tanpa layar monitor dan keyboard. Kemudian, pada 1977, mereka merilis Apple II, yang juga membuat perusahaan itu resmi disebut Apple Computer, Inc. (kemudian berganti menjadi Apple Inc pada 2007).

Apple II merupakan komputer personal pertama yang dijual secara massal dan mencapai kesuksesan besar. Melansir dari Vox, Macintosh atau komputer personal berbasis PowerPC diluncurkan pada 1984.

Namun, Jobs dipecat dari perusahaan pada 1985. Semua berawal ketika Keduanya membutuhkan dana untuk merilis Apple II. Investor pun berdatangan dan menguasai mayoritas kursi dewan direksi.

Jobs adalah pemuda yang brilian, tapi ia dinilai masih terlalu muda dan temperamental untuk menjalankan Apple. Pada 1983, Jobs merekrut eksekutif Pepsi, John Sculley, untuk mengelola bisnis perusahaan tersebut.

Jobs dan Sculley kerap bentrok, yang pada akhirnya menyebabkan Jobs didepak dari perusahaan. Pada akhirnya, ia kembali ke perusahaan tersebut pada 1997. Namun, Apple hampir bangkrut. Tugas Jobs sangat berat tapi ia berhasil memulihkan perusahaan dengan memperkenalkan iPod pada 2001, iPhone pada 2007, dan iPad 2010.

Hasilnya, Apple berhasil mencatatkan keuntungan hampir 40 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2014. Lalu kemana Wozniak? Pada Februari 1985, ia mengundurkan diri dari Apple untuk menjadi seorang guru.

Langkah Fenomenal Jobs

Sebelum Jobs kembali ke Apple, perusahaan itu berupaya memperbaiki kondisi keuangan dengan memangkas biaya operasional dan membangun kembali kontrol kualitas.

Meski demikian, hanya sebagian kecil pembeli komputer baru yang memilih Mac. Kebanyakan dari mereka membeli komputer Windows milik Bill Gates. Sistem operasi Mac yang menua harus segera diganti, sementara perusahaan tidak mampu memproduksinya secara internal.

Apple kemudian memutuskan untuk membeli NeXT Software, Inc, sebuah perusahaan yang didirikan Jobs setelah dipecat dari Apple. Setelah itu, Jobs kembali ke Apple, ke perusahaan yang ia dirikan bersama rekannya dulu.

Ketika balik ke Apple pada 1997, Apple diketahui memiliki berbagai produk yang cenderung membingungkan, tidak memiliki strategi yang jelas, dan bahkan kehilangan puluhan juta dolar setiap kuartalnya.

Jobs merevitalisasi perusahaan, dengan mengumumkan aliansi dengan kompetitor utama, yakni Microsoft. The Irish Times pada 7 Agustus 1997 melaporkan Microsoft membeli saham minoritas di Apple senilai 150 juta dolar AS.

Selain itu, dia membatalkan 70% produk Apple dan memecat lebih dari 3.000 karyawan. Dia berhasil mengubah kerugian senilai 1 miliar dolar AS pada 1997 menjadi profit senilai 300 juta pada 1998.

Lalu, apa saja langkah fenomenal Jobs dalam memperbaiki perusahaan yang menjadi legenda di Silicon Valley ini. Berikut selengkapnya, seperti dikutip dari Vox:

Merilis iMac

Pada 1998, Apple meluncurkan iMac. Komputer ini memiliki pilihan berbagai warna, dengan tampilan melengkung, dan menjadi salah satu komputer paling terjangkau yang pernah dibuat Apple.

Merilis iPod

Pada 2001, pemutar musik iPod diluncurkan dan disenangi publik. Mereka menyukai fitur antarmuka berbentuk roda klik yang elegan. Bahkan iPod dapat terhubung dengan iTunes, perangkat lunak Apple untuk memutar dan membeli lagu. Pada 2010, lebih dari 200 juta iPod telah terjual

Merilis iPhone

Pada 2007, Jobs memperkenalkan iPhone pada dunia. Produk ini mengubah cara lama seseorang menggunakan ponsel dengan menampilkan fitur layar sentuh yang revolusioner.

Merilis iPad

Sukses dengan iPhone, Apple mengumumkan peluncuran iPad pada 2010. IPad merupakan tablet komputer berbasis perangkat lunak yang dimiliki Apple.

Produk-produk Apple yang laku keras itu dirancang oleh desainer utama perusahaan tersebut, Jony Ive. Jobs dikenal sebagai seorang perfeksionis dan akan dengan mudah menolak pekerjaan yang tidak sesuai dengan standarnya.

Ive bak belahan jiwa Steve Jobs. Biasanya, Jobs mengunjungi studio Ive untuk mendiskusikan rancangan untuk produk terbaru Apple. Semua perangkat Apple dianggap memiliki kualitas dan desain yang lebih baik ketimbang rival-rivalnya.

Selain itu, yang tak kalah penting dari kualitas dan desain adalah menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan konten dalam sebuah ekosistem. Seperti misalnya, iTunes dirancang bukan untuk mentransfer MP3 ke iPod saja.

Sebaliknya, perusahaan menawarkan konsep penjualan lagu secara individual dengan harga yang lebih murah dari keseluruhan harga album. Selain itu, banyak aplikasi komputer yang populer bisa dipasang di perangkat seluler Apple melalui App Store.

Tak hanya soal inovasi di bidang teknologi dan produk, Jobs juga mahir dalam pemasaran. Dengan kampanye iklan “Think Different” yang berarti berpikir berbeda, membuat Apple kerap dikaitkan para pemikir tak biasa seperti Albert Einstein dan Mahatma Gandhi.

Untuk memperkenalkan produk terbaru, Jobs lebih memilih untuk tampil langsung di acara besar. Selain itu, ia juga mengembangkan rantai Apple Store untuk memastikan produk Apple disajikan dengan cara yang menyenangkan.

Era Pasca-Jobs

Steve Jobs meninggal dunia pada 2011 karena kanker pankreas. Melansir dari Investopedia, sebelum kematiannya, ia menyerahkan kendali perusahaan kepada Tim Cook.

Selepas kepergian Jobs untuk selamanya, Apple tetap menjadi perusahaan teknologi yang dominan, baik dalam pangsa pasar maupun harga saham. Sejumlah analis menilai, tanpa Jobs sebagai kekuatan kreatifnya, Apple akan cenderung iteratif ketimbang transformatif.

Nyatanya, era setelah Jobs, Apple justru meluncurkan sejumlah perangkat baru seberi Apple Watch, Apple TV, dan layanan streaming video-on-demand Apple TV+. Meski demikian, Apple dianggap telah kehilangan keunggulannya dalam inovasi.

Kapitalisasi pasar Apple baru mencapai titik tertinggi baru pada 2020. Penjualan Apple Watch bahkan mencatatkan rekor baru. Selama pandemi, pendapatan Apple dari layanan seperti Apple Pay menjadi lebih populer.

Pada tahun yang sama, Apple mengumumkan perubahan besar pada Mac, yakni mengubah prosesor Intel ke chip yang dirancang sendiri oleh Apple, yakni M1. Prosesor tersebut juga digunakan untuk iPhone dan iPad, yang dinilai lebih hemat energi.

Selain itu, Apple juga mengubah macOS sehingga pengembang dapat membuat aplikasi untuk iOs dan iPadOs tanpa harus melakukan modifikasi.

Dalam catatan terakhir, di tahun fiskal pertama 2022 yang berakhir pada 25 Desember 2021, perusahaan tersebut mencatatkan rekor pendapatan terbesar senilai 123,9 miliar dolar AS atau Rp1.772 triliun.  Angka tersebut naik 11% secara year-on-year.

Mengutip situs resmi Apple, Cook bertekad untuk membantu membangun dunia lebih baik dengan menggapai tujuan menjadi perusahaan bebas karbon pada 2030. 

Sumber : https://www.bernas.id/2022/03/2861/85165-kisah-apple-yang-bangkit-hingga-jadi-merek-paling-bernilai-di-dunia/

no image

5 Konglomerat Indonesia yang Bangkrut dan Pernah Bangkit Kembali

5 Konglomerat Indonesia yang Bangkrut dan Pernah Bangkit Kembali

celebrities.id Menjadi pengusaha sukses tentunya tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Beberapa pengusaha besar justru pernah mengalami kebangkrutan atau kerugian dalam jumlah besar. Namun para pengusaha ini akhirnya bisa bangkit kembali dan mengembangkan bisnisnya.

Berikut Celebrities.id telah merangkum konglomerat Indonesia yang bangkut dan pernah bangkit kembali. Konglomerat Indonesia yang Bangkrut dan Bangkit Kembali 

1. Hartono Bersaudara

Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono merupakan orang terkaya di Indonesia sekaligus pemilik Djarum Group. Mengutip dari data Forbes Real Time Billionaires, harta kekayaan Hartono Bersaudara mencapai 45,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp647,7 triliun. Secara rinci, harta Robert Budi Hartono mencapai 23,1 miliar dolar AS atau setara Rp330,3 triliun. Sementara sang kakak Michael Hartono mempunyai kekayaan 22,2 miliar dolar AS atau setara Rp317,4 triliun.

Dibalik kesuksesan sekarang, keduanya pernah mengalami kebangkrutan. Ketika itu sang ayah mereka, Oei Wie Gwan meninggal dunia dan pabrik rokoknya mengalami kebakaran hebat bersama sejumlah aset lainnya. Meski begitu, keduanya tidak menyerah sehingga bisnis mereka bangkit kembali dengan mengganti peralatan tradisional menjadi lebih modern. 

2. Irwan Hidayat

Bos Sido Muncul, Irwan Hidayat berhasil mengembalikan kejayaan Sido Muncul setelah sebelumnya hampir bangkrut karena utang perusahaan yang lebih besar daripada pendapatan pada tahun 2004. Diketahui, PT Sido Muncul adalah salah satu perusahaan tertua di Indonesia saat ini. Tercatat, Sido Muncul mulai didirikan pada tahun 1951 oleh Ny. Rahmat Sulistio.

Pada tahun 2020, Irwan tercatat sebagai orang terkaya Indonesia ke-17 versi Forbes dengan kekayaan sekitar 1,58 miliar dolar AS atau setara Rp22,6 triliun. 

3. Ir. Ciputra

Ciputra terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Namun siapa sangka ternyata Ciputra pernah terpuruk dan hampir bangkrut karena memiliki utang dan tidak bisa memenuhi hak konsumennya pada saat krisis moneter ekonomi 1998.

Ia pun harus merelakan asetnya sebagai pertanggungjawaban bersama dengan beberapa unit usahanya yang terpaksa ditutup untuk selamanya. Namun dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Asetnya pun dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri. 

4. Dato Sri Tahir

Dato Sri Tahir merupakan konglomerat pemilik Mayapada Group asal Indonesia. Pengalaman dan keberaniannya dalam berbisnis membawanya menjadi seorang pengusaha muda. Diketahui, Tahir merupakan orang terkaya ke-6 dengan harta mencapai Rp48 triliun.

Dibalik kisah suksesnya, ia pernah nyaris bangkrut saat merintis usaha leasing. Kala itu dirinya terlilit utang besar. Tidak menyerah, Tahir beralih ke bisnis garmen dan usahanya mulai bangkit, hingga akhirnya lambat laun usahanya terus berkembang saat dia mendirikan Mayada Group pada 1986. 

5. Jusuf Hamka

Bos jalan tol, Jusuf Hamka adalah salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal sangat sederhana. Ia pernah merasakan sebagai pengusaha bangkrut pada krisis moneter 1998. Dirinya terpuruk lantaran rugi ratusan juta dolar dan sempat memeluk istrinya sambil meminta maaf. Meski begitu, ia tidak menyerah. Dia tetap ikhlas dan terus berdoa agar Allah SWT tetap memberikannya kesehatan. Istri Jusuf Hamka juga terus memberinya semangat agar mampu bangkit kembali.

Itulah konglomerat Indonesia yang bangkrut dan pernah bangkit kembali. Tentunya perjuangan mereka menjadi pengusaha sukses seperti sekarang tidak main-main.

Sumber : https://www.rctiplus.com/news/detail/seleb/2172111/5-konglomerat-indonesia-yang-bangkrut-dan-pernah-bangkit-kembali

no image

8 Kisah Pengusaha Sukses dari Nol di Indonesia yang Menginspirasi

8 Kisah Pengusaha Sukses dari Nol di Indonesia yang Menginspirasi

Untuk menjadi seorang pengusaha sukses dari nol, tentu membutuhkan kerja keras dan waktu yang tidak sedikit. Selain itu, dibutuhkan juga visi, misi, dan target dalam meraih hasilnya. Maka dari itu, tidak ada hasil instan untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Hal itu juga berlaku pada kisah pengusaha di Indonesia yang telah meraih sukses dari nol. Tidak hanya pengusaha lama, ada juga pengusaha muda yang bisa menjadi inspirasi kamu dalam membangun bisnis dari awal.

Kisah Pengusaha Sukses dari Nol di Indonesia

Untuk mengetahui siapa saja kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia, simak profil-profilnya berikut ini.

1. Sudono Salim

Sudono Salim merupakan pendiri Indofood, BCA, dan Bogasari. Salah satu pengusaha sukses dari nol di Indonesia ini pada dasarnya adalah imigran dari negeri Tiongkok dan berhasil membangun bisnisnya di sini.

Pria yang bernama asli Liem Sioe Liong ini pergi ke Surabaya agar terhindar dari konflik negaranya. Saat itu, hari-harinya dihabiskan sebagai gelandangan selama beberapa hari di Indonesia.

Usaha pertama Sudono Salim adalah merintis bandar cengkeh yang saat itu cukup sukses. Akan tetapi, bisnis tersebut tidak bertahan lama karena Indonesia dijajah Jepang.

Saat Indonesia sudah merdeka dan kondisi ekonomi saat itu lagi sulit, Sudono Salim mendirikan Central Bank Asia atau sekarang dikenal BCA (Bank Central Asia).

Dari sana, beliau melebarkan bisnisnya pada produksi pangan (Bogasari) dan makanan olahan mie (Indomie) hingga sekarang.

2. Dato Sri Tahir

Kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia lainnya adalah Dato Sri Tahir, pendiri Mayapada Group. Beliau terlahir dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah.

Ayahnya bekerja sebagai tukang becak, sedangkan ibunya adalah pemilik toko pakaian. Tahir kecil bercita-cita jadi dokter, namun impian itu harus kandas saat ayahnya sakit dan biaya ekonomi keluarga menipis.

Sejak saat itu, Tahir lebih fokus untuk melanjutkan usaha ayahnya sebagai tukang becak dan tidak melanjutkan pendidikan hingga perkuliahan. Dengan kegigihannya, Tahir mendapatkan beasiswa hingga melanjutkan ke sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura. Setelah lulus, Tahir membuka bisnis garmen dan cukup sukses.

Pada tahun 1986, Tahir memasuki bisnis keuangan dengan mendirikan Mayapada Group dan Bank Mayapada menjadi andalannya. Saat terjadi krisis moneter pada tahun 1998, Bank Mayapada tetap berdiri dan kini bisnisnya sudah masuk pasar saham Bursa Efek Jakarta.

3. Reza Nurhilman

Kenal dengan keripik Maicih? Ya, sosok yang mendirikan keripik itu bernama Reza Nurhilman. Pria asal Bandung dan lahir tanggal 29 September 1987 tersebut adalah korban dari broken home. Kedua orang tuanya bercerai dan Reza diasuh oleh orang tua angkatnya. Dengan kehidupan seperti itu, Reza sempat terjerumus ke hal-hal negatif di usia muda.

Setelah lulus dari SMAN 1 Bandung, Reza mencoba untuk merintis usaha. Mulai dari barang elektronik hingga pupuk, dan beliau lakukan selama empat tahun.

Sedangkan bisnis keripik Maicih sendiri dimulai ketika beliau bersama temannya pergi ke Cimahi dan mencicipi keripik lada pedas buatan seorang nenek. Reza tertarik dengan rasa keripik itu dan melihat potensi untuk dijadikan bisnis. Dari hal itulah Reza berfokus pada usaha camilan yang dikenal “Keripik Maicih” hingga sekarang.

4. Susi Pudjiastuti

Jika berbicara tentang Susi Pudjiastuti, mungkin kamu mengenalnya sebagai mantan Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Meskipun begitu, beliau juga memiliki kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia yang sayang untuk dilewatkan.

Sejak SMP, puteri seorang peternak dan penjual hewan potong sapi dan kerbau ini sudah fokus pada bisnis.

Tentu saja bisnis awalnya tidak berjalan mulus. Beliau sempat mengalami kendala ketika mengajukan dana ke bank untuk bisa membuat pesawat bernama Susi Air. Tujuan pesawat itu adalah untuk memudahkan beliau dalam akomodir pengiriman ikannya.

Karena ketulusan Susi meminjamkan pesawatnya untuk bantuan Tsunami Aceh saat itu, beliau mendapatkan banyak permintaan dari LSM baik itu di dalam maupun luar negeri. Dari hal itu juga reputasi Susi Air selalu dikenal oleh pemilik bisnis perikanan.

5. Jogi Hendra Atmadja

Jogi Hendra Atmadja adalah pendiri PT Mayora Indah Tbk yang memproduksi biskuit Roma dan permen Kopiko. Beliau juga memiliki kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia yang bisa menjadi inspirasi bisnis.

Pengusaha yang lahir tahun 1946 ini mendirikan nama PT Mayora Indah bersama dengan dua rekannya, yaitu Raden Soedigdo dan Darmawan Kurnia.

Dengan ketekunan dan semangat yang dimiliki, PT Mayora berhasil membuat produk-produk unggulan yang dikenal masyarakat hingga sekarang. Mulai dari biskuit (Roma, Astor), permen (Kopiko), Minuman (Le Mineral), sampai minuman kemasan (Teh Pucuk dan Kopi Torabika).

Keberhasilan produk tersebut di pasaran membuat Jogi Hendra Atmadja menjadi salah satu pengusaha sukses dari nol di Indonesia.

6. Boenjamin Setiawan

Berikutnya ada perintis Kalbe Farma bernama Boenjamin Setiawan. Kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia ini merupakan lulusan dari jurusan kedokteran di Universitas Indonesia.

Setelah lulus, beliau mencoba membuka peluang usaha pada bidang farmasi dan perusahaannya berdiri dengan modal kecil.

Kalbe Farma sempat mengalami kebangkrutan ketika krisis moneter melanda Indonesia. Berkat kegigihan Boenjamin Setiawan, perlahan namun pasti Kalbe Farma kembali bangkit. Bahkan, berhasil menciptakan produk populer seperti Fatigon, Sakatonik, dan Extra Joss.

7. Hamzah Izzulhaq

Hamzah Izzulhaq adalah salah satu pengusaha muda yang memiliki bisnis kerajinan sofa bed. Kisah Hamzah juga menjadi salah satu inspirasi pengusaha sukses dari nol di Indonesia dalam membangun waralaba.

Beliau mulai belajar bisnis mulai dari kelas 5 SD dengan menjual berbagai macam permainan, seperti kelereng, petasan, dan permainan kesukaan anak-anak lainnya.

Sejak SMA, Hamzah mengalami gulung tikar dalam usahanya sehingga membuat beliau bangkrut. Sejak saat itu, beliau kembali membuat bisnis dari awal lagi.

Berkat kegigihan dan sifat pantang menyerahnya, Hamzah pun berhasil membuka perusahaan dengan nama CV Hamasa Indonesia. Bahkan, bisnisnya pun merambah ke franchise bimbel hingga sekarang.

8. Chairul Tanjung

Jika kamu sering menonton acara dari saluran Trans TV dan Trans 7, maka nama Chairul Tanjung pasti sudah tidak asing lagi. Pemegang CT Corp ini juga memiliki kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia.

Chairul Tanjung lahir dari keluarga menengah ke bawah dan ayahnya bekerja sebagai wartawan orde lama. Agar bisa kuliah, Chairul Tanjung berdagang buku, fotokopi, hingga membuka jasa pembuatan kaos.

Beliau sempat merasakan kegagalan pada saat itu. Namun, sifatnya yang senang membangun relasi dengan berbagai perusahaan membuat bisnisnya terus berkembang. Puncaknya adalah saat beliau mendirikan CT Corp dan menguasai berbagai bidang dari keuangan, multimedia, hingga properti.

Demikianlah beberapa kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia yang bisa menginspirasi para pebisnis muda. Dari berbagai kisah tersebut, kita bisa melihat bahwa menjadi pengusaha sukses bisa dilakukan selama ada tekad, keberuntungan, hingga keinginan untuk bangkit dari keterpurukan.

Dalam memulai bisnis, kamu juga bisa lho mencoba memulainya dari ide-ide kecil dan sederhana yang mungkin memiliki value untuk orang-orang di sekitarmu. Misalnya saja dengan bergabung di Mitra Bukalapak dan coba memulai berjualan secara grosir, menjadi agen travel, menjadi agen ekspedisi, dan lain sebagainya.

Semoga kamu yang saat ini tengah berbisnis dari nol bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah-kisah pengusaha di atas, ya.

Sumber : https://mitra.bukalapak.com/artikel/kisah-pengusaha-sukses-dari-nol-di-indonesia-116576

no image

Empat Kali Bangkrut, Owner Haula Toys Lakukan Ini untuk Bangkit Lagi

Empat Kali Bangkrut, Owner Haula Toys Lakukan Ini untuk Bangkit Lagi

Lahirnya putri pertama Solahudin Fuadi (51 tahun) pada 1998 silam menjadi awal dirintisnya usaha mainan edukasi berbahan dasar kayu. Ide ini berangkat dari kisah dimana Solahudin dan istrinya ingin membelikan mainan bersifat edukatif dan merangsang kreatifitas putri pertamanya, Haula.

Di tengah kondisi krismon, kala itu ia dan istrinya tengan berjalan-jalan di mal Pondok Indah Mall (PIM). Di situ keduanya melihat mainan yang sesuai dengan keinginan mereka berdua. Sayangnya kondisi perekonomian mereka kala itu tidak memungkinkan untuk digunakan membeli mainan tersebut.

Singkat cerita, bak gayung bersambut, Solahudin bertemu dengan seorang pengrajin kayu dari perusahaan mainan yang hampir bangkrut kala itu. Ia pun meminta pengrajin itu membuat tiga jenis mainan edukatif berbahan dasar kayu berupa puzzle angka, huruf, dan aneka bentuk.

“Dicoba, hasil cobanya laku keras. Awalnya dipasarkan dari teman ke teman, dan laku keras. Dari situ kita semangat karena ternyata laku. Selang berapa lama, dari tiga item kini makin banyak sampai sekarang kami punya 1.000 item lebih,” kata Solahudin melalui channel Youtube Jaga Lilin.

Mainan yang diproduksi Solahudin itu akhirnya diberi nama Haula Toys, di bawah perusahaan PT Haula Sejahtera. Mainan edukatif tersebut dipasarkan dari bazzar ke bazzar, juga di Parkir Timur Senayan.

Meluasnya pasar Haula Toys, membuat produk-produk sesama jenis dari perusahaan lain bermunculan. Solahudin pun harus mengatur strategi dengan terus berinovasi hingga mencapai keuntungan miliaran rupiah. Padahal, Solahudin dan istrinya memulai perusahaan ini dengan modal awal Rp 400 ribu dari pinjaman seorang relasi.

Sejak 2003, bapak dari empat orang anak ini telah melakukan pemetaan pasar.Dari situ, kerja sama pun bermunculan, bahkan dengan teman sendiri.

Selayaknya menjalankan bisnis, Solahudin dan istrinya sempat mengalami titik jatuh hingga dana mencapai angka minus. Kendati demikian, pasangan pengusaha atau couple preneur ini tetap tegar menghadapi jatuh bangunnya menjalankan bisnis. “Ibarat pohon kelapa, makin tinggi, guncangannya makin besar. Makin tinggi kita, makin banyak pula orang dan tantangan yang melihat,” ucapnya.

Jatuhnya bisnis Haula Toys, menurut Solahudin masih belum menjadi pengalaman paling buruk sepanjang ia menjalankan bisnis. Menurutnya, pengalaman terburuk yang pernah ia rasakan yakni tertipu hingga menyerahkan uang sebesar Rp 600 juta uang tunai.

Kejadian itu berawal ketika seseorang dari Thailand mengaku ingin memesan mainan dari Haula Toys secara kontinyu, dengan nilai Rp 1,5 miliar per bulan. Mendengar angka tersebut, ia merasa tergiur dan bahagia, juga terlena.

Entah apa yang dipikirkan oleh keduanya sehingg bisa menyerahkan uang ratusan juta ke orang yang tidak terpercaya. Namun Solahudin menduga, peristiwa itu bisa terjadi lantaran ia dan istrinya sempat beberapa hari ditayangkan di beberapa stasiun televisi. Dari situ, menurutnya beberapa oknum bisa mempelajari kelemahan psikologis dari Solahudin dan istrinya. “Ini pengalaman pahit. Kalau kami berdua enggak sadar, mungkin aset kami sudah habis,” ucapnya.

Dari kejadian itu, Solahudin pun senantiasa menghadirkan Allah dalam diri masing-masing. Baik melalui sholat rawatib, dhuha, tahajud, dan shaum Senin Kamis. Ditambah dengan istighfar dan sholawat untuk memperkuat.

Sumber : https://www.republika.co.id/berita/r6siox384/empat-kali-bangkrut-owner-haula-toys-lakukan-ini-untuk-bangkit-lagi

no image

Bangkrut, Hijrah, dan Sukses Bisnis dengan Berkah

Bangkrut, Hijrah, dan Sukses Bisnis dengan Berkah

Pengusaha dan YouTuber Christina Lie menggandeng pengusaha Jaya Setiabudi yang merupakan pendiri dari YukBisnis.com dalam video bertajuk "Bangkrut, Hijrah, Bisnis Berkah, Rejeki Tak Terduga, Melawan Perang Harga | Jaya Setiabudi YukBisnis". Pria yang kerap disapa Mas J ini lahir di Semarang, 27 April 1973.

Mas J memasuki dunia kerja pertama dan terakhirnya di Asta Microtronics Technology (AMT), Batam (1997-1998). Hal ini karena sudah lama ia bercita-cita sebagai pengusaha. Mimpinya pun terwujud dengan membuka usaha perdananya di bidang industrial supply.

Mas J terkenal sebagai sosok yang dermawan, terlebih dalam memberikan ilmunya. Ia pernah membuat sebuah acara yang mengundangan ratusan orang selama 3 hari sampai 1 minggu secara gratis dan diberikan makanan.

Lantas, apa yang mendasari Mas J jor-joran sedekah ilmu kepada banyak orang?

Seminar pertama Mas J pertama kali pada Juli 2004. Seringnya, acara Mas J yang gratis justru diremehkan. Bahkan, panitia-panitianya belum datang. Hingga akhirnya, acara tersebut pun dibuat berbayar Rp50 ribu per tahun di Batam satu minggu sekali.

Hal ini karena sebenarnya Mas J lebih suka berbagi ilmu secara gratis. Ia tak ingin hanya membuat seminar yang hangat di awal tetapi tidak ada tindak lanjutnya. Mas J ingin selalu melakukan monitor terhadap perkembangan para peserta acaranya.

Hingga suatu hari terbentuklah Komunitas Wirausaha. Mas J tak pernah bermimpi untuk menjadi pembicara. Namun, Mas J pun diajak oleh Ippho Santosa untuk ikut dalam siaran radio. Di acara tersebut, Mas J mengungkap bahwa mental berwirausaha itu nomor 1 tetapi justru modal nomor 27.

Setelah itulah Mas J ditawari siaran rutin karena banyak pertanyaan dan telepon saat ia siaran. Ia juga mulai ditawari muncul di acara TV. Semua dilakukan Mas J secara gratis, bahkan Mas J membantu para UMKM agar bisnis-bisnisnya bisa terkenal dan sukses. Mulai dari shoot video, narasi, dll, semua juga dilakukan oleh volunteer yang dicari oleh Mas J.

Hingga suatu hari, pada tahun 2004 Mas J bertemu dengan Purdi E. Chandra dan berbisnis bersama selama 6 tahun dalam industrial supply yang akhirnya bertumbuh menjadi industrial automation. Awalnya, Mas J hanya berbisnis sebagai supplier hingga akhirnya masuk ke automatisasi hardware dan software.

Lalu, pada tahun 2005, Purdi meminta Mas J untuk roadshow ke 15 kota untuk menjadi mentor dengan syarat mempunyai utang. Mas J pun akhirnya ke bank dengan menjamin BPKB-nya untuk berutang. Lalu, Mas J membeli banyak properti seperti rumah dan ruko yang justru membuat Mas J minus Rp1,8 miliar.

Seseorang dikatakan bangkrut ketika tidak memiliki uang cash. Disitulah Mas J mengalami kebangkrutan karena selain tidak memiliki uang cash, utangnya juga membengkak. Fakta lainnya adalah partner bisnis Mas J melakukan kecurangan hingga berurusan ke pengadilan.

Setelah itu, Mas J menagih piutang-piutang di luar dan mulai menjual ruko dan rumah untuk dijadikan modal berbisnis. Berkat itu, bisnisnya pun meningkat lagi.

Namun, Mas J tidak suka 'business to business' yang mengharuskan adanya 'hiburan' serta 'uang pelicin'. Mas J merasa gelisah karena itu bertentangan dengan prinsipnya. Ia pun ingat dengan keluarga.

"Uang haram tuh dimakan setan," ujar Mas J.

Setelah itu, Mas J hijrah dan tinggal di Sentul. Namun, karena aksesnya sulit, Mas J pindah ke Kelapa Gading. Tetapi lagi-lagi Mas J tidak betah hingga berakhir memilih tinggal di Bandung.

Selama pindah dari Batam ke Bandung, Mas J mulai melepas hartanya satu per satu. Menurutnya, jika mengajarkan hal buruk, maka hal buruk akan kembali datang padanya.

Setelah itu, Mas J pun mendirikan YukBisnis.com pada tahun 2012, justru bisnis ini berjalan sangat kuat selama 5-7 tahun terakhir setelah tahun 2013 bangkrut bertubi-tubi hingga datanglah pertolongan Tuhan.

Ada yang memberikan Rp50 juta tanpa harus memikirkan kapan uang itu dikembalian, lalu membuat Training for Mentor yang segalanya gratis, mulai dari tempat disediakan Telkom, makanan pun ada yang memberikan, lengkap dari snack hingga makan siang. Lalu, ada juga yang tiba-tiba mentransfer Rp10 juta.

Kalau menurut akal pikiran manusia, hal ini tidak akan mungkin terjadi. Tetapi ketika berserah kepada yang Maha Kuasa, maka apapun bisa terjadi.

Bahkan, ketika kekurangan Rp6 juta, Mas J tiba-tiba ditransfer orang-orang sampai kelebihan. Dan kelebihan uang itu diberikan kepada sukarelawan untuk berlibur ke Bali. Mas J sendiri tidak mengambil keuntung satu sen pun.

Lalu, pada saat Kopdar Akbar 2019, yang memberikan donasi lebih banyak lagi. Bahkan, tanpa logo sponsor. Orang tersebut tak ingin namanya diketahui, yang padahal donasi Rp10 juta tetapi berkata, "Kontribusi sedikit ya, Mas. Buat adik-adik, buat siapa pun peserta yang mungkin membutuhkan."

Dari situ, Mas J semakin berpikir bahwa inilah rejeki yang sesungguhnya, rejeki yang diantar.

"Rejeki yang diantar, bukan yang dijemput. Kalau benar, kalau jalannya lurus, bermanfaat buat banyak orang. Insya Allah nanti didatangkan. Tapi, ada ujiannya di sini. Ujiannya, ketulusan." tandas Mas J.

Lebih lanjut, Mas J mengungkap bahwa untuk berbisnis tanpa modal dan tanpa koneksi, harus fokus pada kekuatan dan peluang. Setelah itu, atur cash flow, leverage (biaya untuk mempercepat profit), lalu promosi.

"Di saat kita bangkrut, satu hal yang tidak jadi nol adalah ilmu, skill, credibility dan network." ujar Mas J.

Kalau itu semua nol, maka lakukan penjualan dan promosi. Bagi Mas J, yang terpenting 'dapur ngebul' terlebih dahulu.

Membangun relasi adalah hal yang penting. Karena sama dengan silaturahmi yakni memperpanjang umur dan memperlancar rejeki. Tuhan yang akan menggerakkan semua, baik kemudahan atau hambatan.

Lebih lanjut, membangun relasi juga ada fondasinya yaitu kredibilitas atau kepercayaan. Dengan demikian, rejeki akan terus mengalir. Bahkan di rumah Mas J, makanan selalu ada saja yang mengantar.

Lalu, jika ingin membangun relasi, jangan meminta apa yang akan kamu dapatkan, tetapi tanyakan kepada diri sendiri, apa yang dapat kamu berikan.

"Kalau mentalnya orang kaya, itu giving (memberi), bukan taking," ujar Mas J.

Orang bermental wirausaha tidak akan banyak 'tapi' dan 'nanti'. Dan kebanyakan, anak didik dari Mas J adalah orang-orang yang meski miskin harta, tetapi memiliki mental orang kaya. Mereka mau terus berusaha, pantang menyerah dan hobi sedekah.

Jika ingin bisnis yang dijalani diteruskan oleh pemimpin yang berkualitas, maka harus memimpin dengan memberikan contoh.

"Mendelegasikan kan prinsipnya simpel, saya melakukan kamu melihat (memberi contoh), kamu melakukan, saya melihat (monitoring). Nah kemudian kan, dia melakukan saya tidak lihat." tandas Mas J.

Tetapi, ada suatu proses yaitu pada saat kita mengizinkan dia melakukan, itu berarti kita mengizinkan dia untuk berbuat salah.

"Nah, prinsip pendelegasian seperti itu. Menciptakan leader, bukan follower," lanjut Mas J.

Menciptakan pemimpin sama dengan memerintahkan suatu hal, tanpa memberi tahu caranya. Cara yang dilakukan orang tersebut akan mencerminkan kepemimpinannya.

"Ada risiko dia jatuh, tapi tidak fatal," ujarnya.

Jika semuanya diberi tahu, maka dia tidak akan mandiri secara belajar, tidak akan kreatif dan tidak memiliki keberanian nantinya. Seorang pemimpin, harus memiliki keberanian untuk berbuat kesalahan.

Lebih lanjut, dalam bisnis kerap terjadi perang harga. Mas J pun mengungkap bahwa perang harga terjadi karena kita bisa dibandingkan dengan bisnis lain. Kemudian, pasarnya adalah orang-orang yang sensitif terhadap harga. Selain itu, jangan latah dalam berbisnis. Karena bisnis yang menjamur justru tidak baik karena harga akan hancur.

"Karena itu, masuklah ke sesuatu yang tidak mudah untuk dibanting harganya," tandas Mas J.

"Jika kita membuat nilai pembeda yang sangat kuat, maka kuncilah dengan brand," lanjut Mas J.

Prinsip Mas J sepanjang hidupnya adalah bermanfaat buat banyak orang. Hal ini karena Mas J bosan hidup untuk mencari uang. Ia lebih memfokuskan diri pada membangun bisnis ke arah social business enterprise.

Seperti YukBisnis dibangun oleh Mas J untuk kemudian suatu hari nanti ia wakafkan. Bisnis tersebut tidak akan ia tinggalkan untuk anak/cucunya. Terakhir, Mas J ingin membuat usaha yang dapat bermanfaat bagi UMKM dan menghimpun mereka semua.

Hal ini karena hidup tidak selamanya, usia pun hanya sebentar.

"Jangan sampai nanti meninggalkan dosa jariyah, bukan amal jariyah. Terlebih orang-orang yang menjadi influencer bagi orang banyak." tutup Mas J.

Sumber : https://www.republika.co.id/berita/qqqoqm5017000/bangkrut-hijrah-dan-sukses-bisnis-dengan-berkah

no image

Bangkrut? Ini Tips untuk Bangkit dan Kembali Membangun Bisnis

Bangkrut? Ini Tips untuk Bangkit dan Kembali Membangun Bisnis

Kata bangkrut menjadi momok mengerikan bagi pebisnis. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali memulai bisnis. Dalam bisnis, risiko bangkrut sama besarnya dengan risiko sukses.

Dan untuk menjadi sukses, kadang kegagalan harus dilalui dulu supaya kita bisa mengambil pelajaran. Buktinya ada banyak pebisnis kelas dunia yang pernah gagal sebelum sesukses sekarang. Tapi karena memiliki mental jempolan, mereka bisa bangkit dan memulai kembali bisnisnya seperti dikutip dari CekAja.com:

1. Mencari tahu penyebab kegagalan

Hal pertama yang harus Anda lakukan setelah bisnis bangkrut adalah mengevaluasi kesalahan. Apa yang membuat bisnis Anda jatuh? Apakah karena salah strategi pemasaran? Atau karena salah mengelola modal?

Jadikan kesalahan-kesalahan tersebut sebagai pelajaran untuk bangkit. Kalau ternyata kegagalan terjadi karena Anda tidak menguasai bidang tersebut, jangan ragu untuk mempekerjakan orang yang lebih bekompeten di lain kesempatan.

2. Memperbaiki sistem keuangan

Ada banyak bisnis gagal yang disebabkan karena tidak bisa mengelola keuangan dengan baik. Cash flow menjadi biang keladi yang tidak disadari. Riset Top Coach Indonesia menunjukkan bahwa rata-rata 8 dari 10 pebisnis cenderung hanya memperhatikan profit ketimbang cash flow.

Kemudian CB Insights, sebuah lembaga di Amerika mengungkap bahwa kehabisan uang menempati urutan ke-2 dari 20 alasan utama mengapa bisnis gagal. Sebelum memulai kembali bisnis Anda jangan ragu untuk lebih banyak belajar bahkan ikut kursus untuk mempelajari keuangan perusahaan.

3. Melakukan konsolidasi utang

Hal ini harus dilakukan jika modal bisnis berasal dari pinjaman bank maupun pihak lain. Konsolidasi merupakan proses. Misalnya utang Anda sebesar sebesar Rp 150 juta, tetapi Anda hanya memiliki Rp 120 juta. Dengan konsolidasi utang, Anda bisa melunasi utang tersebut sejumlah uang yang dimiliki.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/3027120/bangkrut-ini-tips-untuk-bangkit-dan-kembali-membangun-bisnis