Pelatihan dan Pengembangan SDM, Cara Meningkatkan Penjualan, Cara Meningkatkan Omset Penjualan, Pelatihan SDM, Konsultan SDM, Pelatihan Karyawan, Pengembangan Karyawan, Cara Menaikan Omset Penjualan, Konsultan Marketing, Konsultan Pemasaran, Cara Meningkatkan Omset, Seminar Nasional,

Hubungi Jagoan Closing Indonesia

JAGOAN CLOSING INDONESIA adalah...

Sebuah cara untuk 

  • (1) mencapai tujuan hidup 
  • (2) mencapai penghasilan impian 
  • (3) hidup tenang dan bahagia, dengan membereskan 'kegagalan berpola' yang terjadi dalam diri maupun tim perusahaan Anda. 

Hubungi WA 081311998489. Sudah terbukti selama 15 tahun dipraktekkan

Jika ini masalahnya :

  • (1) Sudah ikut berbagai seminar, pelatihan sukses, kursus, pendampingan; namun hasilnya gitu-gitu saja?
  • (2) Sudah coba berbagai strategi sukses namun selalu menemui hambatan atau kegagalan yang sama?
  • (3) Sudah banyak baca buku dan praktekkan video-video sukses namun serasa tidak beranjak kemana-mana?
  • (4) Banyak keluarga, teman, dan relasi namun hati tetap merasa hampa?
  • (5) Banyak melakukan kebaikan, membantu sesama, dan ikut organisasi sosial namun rasa damai belumlah tercapai?
Jika itu masalahnya, segera hubungi kami di WA 081311998489

Kisah Inspiratif Masa Pandemi, Pengusaha Ini Rela Jual 25 Mobilnya dan Sukses Bangkit dari Keterpurukan

|

Kisah Inspiratif Masa Pandemi, Pengusaha Ini Rela Jual 25 Mobilnya dan Sukses Bangkit dari Keterpurukan

Beredar kabar yang sempat viral mengenai seorang pemilik toko oleh-oleh asal daerah Bali, Krisna I Gusti Ngurah Anom atau akrab disapa Ajik Krisna.

Ajik Krisna dikabarkan menjual 16 mobil miliknya lantaran mengalami bangkrut saat awal pandemi Covid-19 melanda.

Namun Ajik Krisna menceritakan bahwa ia menjual mobilnya tidak hanya sebanyak 16 namun hingga 25 mobi dijualnya. Bahkan seluruh karyawannya yang berjumlah 2000 pun dirumahkan. 

Baca Juga: Kisah Inspiratif Pelaku Bisnis Online di Masa Pandemi, Manfaatkan Tumbuhan di Jalanan untuk Membuat Bunga Hias

Bermula di awal pandemi bulan Maret 2020 lalu, Krisna mengaku dirinya kaget dan tidak habis pikir, karena untuk diketahui pengusaha asal Bali yang memiliki puluhan outlet toko oleh-oleh Krisna ini menggantungkan pendapatannya dari pariwisata.

Pulai Bali menurutnya, hidup warganya hampir 80 persen dari pariwisata. Saat Nyepi kita merasakan, setelah Nyepi seluruh Bali kan lockdown dan Krisna merasakannya, katanya.

"Semua bisnis tutup, 32 outlet dengan jumlah karyawan 2500, kita rumahkan karyawan 2000 karyawan dirumahkan kita tetep beri bantuan sembako," ungkapnya dikutip Portalbangkabelitung.com dari ringtimesbali.com.

Bulan Mei, ungkapnya cashflow sudah mulai goyang dan ada 3 outlet Krisna yang baru buka di 2019 otomatis kita kan pinjaman bank, kemudian ia mulai berpikir bagaimana caranya kita bangkit.

"Saya harus bangkit, memang betul kita jual lebih dari 16 mobil bulan Mei sudah berat dan memang 16 mobil kita jual tapi mobil yang mana dulu, ada 25 mobil kita jual mobil transport karena kalau mobil transport kita jual harganya gak seberapa 25 mobil gak lebih dari 1,5 miliar," ungkapnya.

Lanjut ia di bulan Juni ia pun terpaksa menjual mobil pribadinya 2, karena ia harus memberikan kebutuhan sembako untuk karyawan yang dirumahkan itu senilai Rp250 ribu per orang kurang lebih ia membutuhkan dana Rp750 juta.

"Mobil di rumah ada beberapa kita jual, Ferrari, Minichopper jadi saat pandemi (red, bangkrut) yang dijual hanya Ferari saja," katanya.

Bertahan dari keterpurukannya, Aji Krisna menuturkan bahwa dirinya harus bangkit di bulan 7, akhirnya ia mulai berkebun menanam kacang.

Proses penanaman kacang itu kan 3 bulan, bulan 9 kita panen dan langsung produksi kacang.

"Krisna bisa keluar dari krisis pandemi, rahasianya kita tidak boleh diam apapun yang kita inovasi di masa pandemi tidak akan berkembang, akhirnya kita berkebun panen kacang dan akhirnya kita produksi kacang di bulan 10," katanya.

Kacang Ajik yang merupakan camilan inilah yang membantunya keluar dari krisis bayangkan satu bulan omzetnya bisa mencapai Rp2 miliar. Selain kacang, ia pun mulai merubah strategi restauran di Bandara ia mulai memproduksi pie Ajik.

"Karena kita selalu berpikir, teori penting tapi praktek juga penting, apa ujian yang dikasih Tuhan kita selalu berdoa dan bawa positif. Pandemi ini susah kita diam di rumah wah saya harus bangkit bagaimana caranya saya bisa memberikan motivasi bagi anak-anak muda," katanya.

Di masa pandemi ini, ujarnya seperti bakery saat pandemi masih dibutuhkan seperti camilan ini. "Akhirnya kita putuskan produksi camilan, pertama kacang ajik, pie susu Ajik ketiga bakpia susu ajik, bakpia ini omzetnya gila satu bulan bisa Rp1 miliar," bebernya.

Ia mengaku ini bukan promosi, tapi ini untuk memberikan pandangan bahwa insting harus jalan. Saat ini omzet sekitar 40 persen sudah mulai pulih dan karyawan yang semula dirumahkan kini sudah bekerja dan masih ada sisa 600 orang yang masih dirumahkan.

"Jangan pernah menyerah terutama anak Milenial sekarang, karena diam di rumah dia bosan. Tapi anak Milenial sekarang kreatif banyak yang bisa dikerjakan, harus cepat gerak karena badai harus berlalu," katanya mengakhiri.

Sebagaimana Artikel ini telah terbit di media Ringtimesbali.com dengan judul "Kisah Inspiratif Pemilik Toko Oleh-oleh Krisna Bertahan di Masa Pandemi" yang tayang pada Rabu 24 Maret 2021.*** (Ringtimesbali/Tri Widiyanti)

Sumber : https://portalbangkabelitung.pikiran-rakyat.com/inspirasi/pr-981670941/kisah-inspiratif-masa-pandemi-pengusaha-ini-rela-jual-25-mobilnya-dan-sukses-bangkit-dari-keterpurukan

Related Posts