Content Marketing: Strategi Digital Marketing yang Paling Menghasilkan

Content Marketing: Strategi Digital Marketing yang Paling Menghasilkan

Salah satu strategi digital marketing yang bisa Anda terapkan untuk bisnis Anda adalah content marketing. Tujuan dari content marketing adalah untuk meningkatkan traffic website Anda. Caranya adalah dengan membuat postingan blog. Postingan blog ini akan menciptakan traffic ke website Anda, traffic inilah yang akan mengubah pengunjung menjadi pelanggan dengan teknik story telling yang akan meningkatkan engagement. Postingan blog yang dibuat tapi tidak bisa sembarangan. Postingan yang dibuat harusnya yang SEO-friendly. 

SEO atau Search Engine Optimization adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menghasilkan traffic dari search engine seperti Google, Yahoo dll. Misalnya saja ketika Anda mencari ‘sepatu lari’ di search engine Google, Anda akan dibawa ke halaman hasil search engine. Di halaman hasil Anda akan menemukan sepuluh hasil pencarian organik. Semakin tinggi nomer halaman letak website Anda, maka akan semakin rendah traffic menuju website Anda. Jadi usahakan website Anda muncul di halaman pertama hasil pencarian search engine. 

Ada banyak cara untuk memulai mengembangkan strategi content marketing.

1. Tentukan goals dan metric Anda

Sebelum memulai suatu strategi, maka akan dimulai dengan penetapan tujuan dan target yang ingin dicapai. Dalam content marketing, ada beberapa target yang harus Anda cocokkan dengan jenis dan saluran promosi konten. Untuk setiap target, Anda harus menyesuaikan metric yang digunakan untuk mengukur keberhasilan bisnis Anda. Misalnya saja goals atau tujuan Anda adalah meningkatkan penjualan dengan cara mempengaruhi maka beberapa cara yang dapat digunakan adalah endorsement influencer atau selebritis. Sementara jika goals atau tujuan Anda adalah untuk mengedukasi dan meningkatkan awareness produk maka cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan infografik atau artikel.

2. Audit content

Lakukan audit konten untuk membantu Anda memahami mana konten yang berhasil menghasilkan engagement dan mana yang kurang berhasil. Misalnya saja Anda membuat beberapa video di Youtube. Dari beberapa video yang telah Anda upload, Anda akan tahu mana yang memiliki banyak view dan mana yang tidak. Anda juga akan tahu mana video yang menghasilkan call to action link di caption yang akan mengarah ke website Anda.

3. Petakan buyer’s journey Anda

Buyer’s journey adalah perjalanan calon konsumen dalam membuat keputusan untuk membeli produk. Tidak semua buyer’s journey berakhir dengan pembelian. Sebelum mereka memutuskan untuk membeli sesuatu, mereka akan melalui beberapa tahap, yaitu tahap kesadaran dimana mereka menyadari bahwa mereka memiliki masalah. Kemudian tahap pertimbangan, dimana mereka menentukan masalah mereka dan meneliti opsi untuk menyelesaikannya. Terakhir adalah tahap keputusan dimana mereka akhirnya memilih solusi apa untuk masalah mereka. Dengan memetakan buyer’s journey, Anda akan memahami dimana konten Anda dapat berfungsi dengan optimal karena masing-masing jenis konten memiliki karakter tersendiri yang cocok dengan fase pembelian konsumen.

Strategi content marketing yang terencana dengan baik akan membuat perbedaan besar dalam hal traffic dan prospek yang datang ke website perusahaan Anda. Banyak orang membuat website bisnis tanpa memiliki goals dan metric yang jelas sehingga target yang dicapai pun tidak maksimal. Kunci dari strategi digital marketing yang sukses adalah dengan memiliki perencanaan konten yang solid.