Mengoptimalkan Digital Advertising sebagai Strategi Pemasaran Online

Mengoptimalkan Digital Advertising sebagai Strategi Pemasaran Online

Salah satu strategi pemasaran online yang biasa dilakukan oleh pelaku bisnis adalah dengan memasang digital advertising atau iklan digital. Agar iklan digital dapat memiliki dampak signifikan pada bisnis Anda maka ada beberapa aspek yang harus Anda perhatikan. Pertama adalah Goal, yaitu hasil apa yang Anda harapkan dari iklan digital tersebut. Kedua adalah Audience, yaitu untuk siapakah iklan digital itu ditujukan? Siapakah target Anda? Kemudian aspek terakhir adalah Creativity, yaitu konten yang Anda gunakan apakah menarik bagi calon konsumen Anda? 

Ketiga aspek tersebut saling berhubungan. Ketika Anda tidak memahami goal apa yang hendak dicapai dari strategi pemasaran online Anda, maka kualitas konten yang dihasilkan dan audience yang ditarget pun tidak akan tercapai. 

1. Goal

Ketika Anda pergi pasti Anda memilki tujuan, tidak mungkin Anda tidak memiliki tujuan akhir. Bahkan meskipun perjalanan Anda tidak direncanakan sama sekali, pasti tetap ada tujuan akhir dari perjalanan Anda. Hal ini berlaku pula pada digital advertising atau iklan digital. Banyak sekali pelaku usaha yang memasang iklan digital tanpa memiliki tujuan yang jelas. Tanpa goal yang jelas sebuah iklan tidak akan dapat menghasilkan apapun. 

2. Audience 

Salah satu kelebihan dari digital advertising adalah Anda dapat menayangkan iklan kepada audience yang Anda inginkan. Misalnya saja Anda ingin menayangkan iklan kepada peminat makanan pedas. Anda tinggal setting audience berdasarkan ketertarikan kepada makanan pedas. Akan tetapi, hal ini memiliki kekurangan juga. Yaitu resiko salah audience atau salah mentarget orang. Contohnya Anda menayangkan iklan makanan pedas kepada orang yang mencari Smart TV. Maka tentu saja tidak ada konversinya. Dalam hal ini Anda perlu memahami audience Anda sebelum memasang iklan. Ada beberapa jenis penargetan audience:

  • Interest: target berdasarkan minat calon konsumen yang dilihat dari history interaksi calon konsumen terhadap konten tertentu. Contoh: jika A berinteraksi dengan konten kuliner, maka A memiliki minat pada kuliner.
  • Behavior: target berdasarkan perilaku calon konsumen yang dilihat dari history perilakunya. Akan tetapi, penargetan ini tidak dapat dipakai jika calon konsumen berada di ekosistem yang tidak mengizinkan tracking access. Contoh: target audience yang sering menggunakan aplikasi e-commerce.
  • Demographic: target berdasarkan data demografi calon konsumen yang dilihat dari setting profile mereka. Contoh: target audience berjenis kelamin perempuan.
  • Custom: target berdasarkan data tracking dari pengiklan. Seperti behavior, penargetan ini tidak dapat digunakan jika calon konsumen tidak mengizinkan tracking access. Contoh: mentarget audience yang sebelumnya mengunjungi website Anda selama 14 hari terakhir.
  • List: target berdasarkan list database Anda. Disini Anda perlu mengisi beberapa data yang tersedia pada template platform kemudian mengunggahnya kembali. Contoh: mentarget audience berdasarkan data email yang Anda miliki dari website Anda.

Dengan target audience yang tepat, maka relevansi terhadap iklan digital yang Anda tayangkan akan meningkat sehingga interaksi audience dengan iklan Andapun akan optimal dan tentunya akan memberi hasil pada konversi Anda.

3. Creativity

Dalam digital marketing, membuat konten yang menarik merupakan kunci dari keberhasilan digital advertising. Konten dapat berupa gambar, tulisan, video dan sebagainya. Konten yang menarik audience biasanya yang mampu memainkan emosi audience sehingga mempengaruhi mereka untuk melakukan konversi. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pelaku usaha adalah terlalu memikirkan estetika iklan tapi melupakan esensi pesan di dalam iklan tersebut. Dalam membuat materi konten yang harus Anda perhatikan adalah “apakah audience akan merasa relate dengan isi iklan tersebut atau tidak.” 

Jika Anda telah menguasai ketiga aspek Goal, Audience dan Creativity maka kemungkinan besar keberhasilan digital advertising ada di tangan Anda. Membutuhkan waktu, trial and error saat mempelajari dan mempraktekkan strategi pemasaran online satu ini, akan tetapi jika Anda sudah menguasainya maka strategi iklan digital Anda akan membuahkan hasil.